Dewasa ini pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet semakin meningkat dan cenderung semakin tinggi, tentunya hal ini secara otomatis menyebabkan kebutuhan IP Adress meningkat tajam. Berbagai langkah maupun siasat dilakukan guna mempermudah proses pembagiannya, IP address sudah semestinya dibuat menjadi goup yaitu berupa kelas-kelas sehingga IP address mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan.

Rumus Jitu Dalam Membagi Kelas IP Address

Kredit gambar: techspot.com

Dalam implementasinya IP address dibagi ke dalam kelas-kelas yang dibedakan berdasarkan network ID maupun host ID. Network ID ialah bagian dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan tersebut. Sedangkan yang membedakan dari tiap kelas tersebut yaitu ukuran serta jumlahnya.

Kelas A, IP Address yang terdiri dari 8 bit untuk network ID dan 24 bit untuk host ID, sehingga IP Address kelas A ini digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar.
Rentang IP: 1.x.x.x – 126.x.x.x
Misal: 10.1.1.52
Angka 10 berada dalam rentang 0 – 127, sehingga termasuk dalam kelas A.

Kelas B, IP Address yang terdiri dari 16 bit untuk network ID dan 16 bit untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
Rentang IP: 128.1.x.x – 191.255.x.x
Misal: 160.161.76.13
Angka 160 berada dalam rentang 128 – 191, sehingga termasuk dalam kelas B

Kelas C, IP Address yang terdiri dari 24 bit untuk nework ID dan sisanya 8 bit untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN.
Rentang IP: 192.0.0.x – 223.255.255.x
Misal: 193.10.20.25
Angka 193 berada dalam rentang 192 – 223, sehingga termasuk dalam kelas C.

Disamping ketiga kelas IP Address di atas, terdapat pula kelas IP Address D dan E, namun kedua kelas ini tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental. Oktat pertama untuk IP Address Kelas D berada pada range 224 – 239 dan untuk IP Address Kelas E berada pada range 240 – 255.

Lantas apakah yang disebut dengan IP Private dan IP Public? Berikut paparannya:

IP Private, Jenis ini biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet ataupun bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT. Untuk menghubungkan dua jaringan pribadi/private dimungkinkan dengan bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation.

Alamat IP Private/Pribadi pada umumnya dimanfaatkan  untuk jaringan pribadi seperti rumah, sekolah juga LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. IP ini digunakan bahkan dirancang sendiri oleh adminstrator agar mempermudah pengaturan IP disetiap komputer tanpa harus meregistrasi setiap IP pada komputer tersebut.

Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereserved tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.0 (Total Addresses: 65,536)

Contoh penggunaan IP Private adalah  jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10.

IP Public, jenis ini sering digunakan untuk lingkup internet, dimana pada saat penggunaannya harus diregistrasikan terlebih dahulu (ke badan penyalur IP address agar tidak terjadi bentrokan IP Address) karena IP Address ini mampu dikenali oleh jaringan internet diseluruh dunia melewati router-routernya. Alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC yang berisi beberapa buah network identifier dan telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) bilamana jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.

IP public bisa bersifat statis atau dinamis. Maksud dari bersifat statis yaitu IP tersebut tidak dapat berubah dan biasanya digunakan untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Sedangkan yang bersifat dinamis yaitu dapat berubah dan alamat IP tersebut dipilih dari sebuah pool yang tersedia. Perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke internet yaitu ketika terjadi disconnected (jaringan terputus), maka saat menghubungkannya kembali ke internet, otomatis akan mendapat IP baru.

Contoh IP Public adalah akses Speedy modem yang merupakan IP Public 125.126.0.1

Perbandingan Kelas IP Address

ip public 1

Rumus Menentukan IP Address

rumus

Apakah anda paham maksud di atas? Mari kita langsung pada dua perumpamaan soal di bawah ini:

1.  160.161.76.13/19

Jawab:
-    Kelas B karena angka pertama bernilai 160 (Lihat pada tabel diagram oktat pertama).
-    Network bits = 19 (terdapat pada soal)
-    Host bits = 32 – 19 = 13

32 merupakan total host bits, sedangkan 19 merupakan jumlah network bits.
-    Jumlah Host : 2n – 2 = 213 – 2 = 8190
-    Subnet mask, jika dilihat pada tabel, dengan network bits 19, maka berada pada oktet 3 dan jika ditarik garis lurus ke bawah, maka diperoleh nilai subnet masknya adalah 224. Sehingga subnet masknya adalah 255.255.224.0.
Subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Maka IP yang diperoleh adalah:

  • 160.161.64.0/19 — network address, Kenapa nilainya 64? Jika dilihat pada tabel, dengan network bit 19, maka diperoleh interval 32, maka untuk memperoleh nilai IP Address host yang available dari IP pada soal, dicari kelipatan 32 yang kurang dari nilai 76 (soal), hingga diperoleh nilai 64.
  • 160.161.95.255/19 — broadcast address , Kenapa nilainya 95? Untuk mencari broadcast address dari host yang available, maka carilah nilai kelipatan 32 yang nilainya di atas 76 (soal), maka diperoleh nilai 96. Rumus broadcast address adalaha n – 1, sehingga broadcast address yang diperoleh adalah 160.161.95.255/19.
  • Host IP Address yang available untuk IP di atas adalah 160.161.64.1/19 — 160.161.95.254/19

2. Bila Anda sebagai network engineer,  diminta untuk membuat disain jaringan dengan kebutuhan jaringan sebagai berikut: 3 departemen yang terdiri dari 20 host, 500 host, dan 28 host.

Jawab:
Pertama, tentukan terlebih dahulu kelas dari jumlah host terbesar, yaitu 500 host. Berdasarkan tabel di atas, dengan jumlah kebutuhan host 500, maka kebutuhan host tersebut masuk dapat masuk dalam kelas A ataupun kelas B.
Maka IP Private untuk kelas B adalah: 172.16.0.0/16 (lihat kembali IP Private untuk kelas B dan jumlah network bitnya)
Berapakah range host yang available sesuai kebutuhan host?

Untuk host 500:
172.16.0.0/23 — 172.16.2.0/23
Angka 23 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 500 untuk memenuhi kebutuhan host sebanyak 500 yaitu 29 = 512 (diperoleh nilai lebih dari 500), sehingga 32 – 9 = 23 (32 adalah total bits).
Angka 2 diperoleh dari interval nilai oktet 23, yaitu kelipatan 2.

Untuk host 28: 172.16.4.0/27
Angka 27 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 28. Dari tabel di atas terlihat bahwa 25 = 32, maka 32 – 5 = 27.
Angka 4 diperoleh dari interval oktet 3 dengan nilai 23, karena kebutuhan network ini masih di satu perusahaan, maka host IP Address masih melanjutkan dari host sebelumnya.

Untuk host 20: 172.16.4.32/27
Angka 32 diperoleh dari interval oktet ke 4 dari nilai 27.
Untuk menghubungkan host tersebut maka dibutuhkan 2 buah router dan dibutuhkan pula host IP Address untuk dua router tersebut, yaitu: 172.16.4.64/30
Angka 64 diperoleh dari kelipatan 32 yang merupakan lanjutan dari host sebelumnya, sedangkan nilai 30 merupakan network bits untuk perangkat router.

 

Tags: , , , ,